Hari-hari penyelenggaraan Technopreneurship workshop dalam rangkaian Djarum Bakti Pendidikan – Road to Campus adalah hari yang luar biasa membanggakan. Beswan Djarum Surabaya sebagai panitia kegiatan ini sangat bangga bertemu dengan calon-calon entrepreneur yang sangat bersemangat. Mereka adalah rekan-rekan mahasiswa yang datang dari beberapa kampus top di Surabaya. Diantara dari mereka adalah berasal dari Unair, ITS, Unijoyo, IAIN, UPN, dan juga dari Unesa.
---------------------------------------------------------------
Bila kita simak data berapa banyak mahasiswa yang lulus perguruan tinggi setiap tahunnya? Berapa yang sibuk berebut lapangan pekerjaan? Berapa pula yang akhirnya menganggur? Bukanlah hal yang menggembirakan memang. Berawal dari realita inilah Djarum Bakti Pendidikan berinisiatif dan memberikan sumbangan solusi. Acara yang di gelar di Universitas Airlangga pada 20-21 Juni 2009, dengan tema “Tantangan Membangun Masa Depan Secara Mandiri Berbasis Pengetahuan dan Teknologi” ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan (skills) yang dapat dikembangkan secara mandiri dan berkesinambungan untuk meningkatkan daya saing pribadi, atau lebih gampangnya merubah mindset dari yang awalnya setelah lulus mencari pekerjaan apa menjadi setelah lulus harus dapat menciptakaan pekerjaan apa.

Diskusipun berjalan dengan meriah dan kebanyakan dari peserta sudah memiliki mimpi dan cita-cita tentang keberhasilan hidupnya disepuluh tahun mendatang. Setelah diskusi ini, dilanjutkan lagi dengan diskusi “what ever you think, think the opposite” yang masih dipandu oleh Widya Utama. Hari pertama workshop ditutup dengan pemberian tugas pada para peserta berupa: “lomba kreatifitas membuat rumah telur”.
Hari kedua
Tugas yang telah diberikan dihari pertama dapat diselesaikan dengan baik oleh para peserta. Lewat koordinasi dan kerjasama, peserta dapat menyelesaikannya. Ada rumah yang terbuat dari plastic, tanah liat, dan juga dari sterofom, bahkan balon. Para Beswan Djarum selaku panitia kemudian diminta berperan sebagai konsumen (calon pembeli) dan peserta sebagai produsen yang menawarkan barang produsinya.

Sangat tepat dan bijak sekali materi ini menjadi penutup. Sebelum acara ini diakhiri, Widya Utama menekankan kembali tentang prinsip menjadi seorang entrepreneur: bahwa semua orang memiliki peluang yang sama tinggal bagaimana ia jeli memanfaatkannya dan tidak ada yang tidak mungkin kalau mau bersungguh-sungguh.
Johan Tectona, Beswan Djarum Surabaya


