
Putri percaya diri membawakan presentasi karya tulisnya dengan mengeksplor tema diversifikasi pangan tepat pukul 09.00 WIB di hari kedua (21/10). Menurutnya, cara ini merupakan upaya untuk merubah pengertian pangan menjadi lebih luas dimata masyarakat Indonesia, dari beras menjadi pangan pengganti lainnya.
Tak lain tujuan pemikiran kreatifnya ini guna mencapai Indonesia yang lebih baik, yakni upaya pengentasan kemiskinan berujung pada ketahanan pangan Nasional. Ketahanan pangan yang dimaksud Putri ialah tersedianya bahan pangan didalam rumah kehidupan rumah tanggaa baik dari segi kualitas ataupun kuantitas. Bila sudah demikian adanya maka sumber daya pangan itu sendiri dapat dioptimalkan dengan baik.

Namun tentunya inovasi ini haruslah didukung dengan beragam penelitian dan percobaan agar cita rasa khas kopi luwak tidak pudar akibat adanya proses sintesis. Seperti misalnya perilaku luwak dialam bebas dengan di penangkaran sudah jelas berbeda, selain itu pula menu dan rantai makanan luwak pun juga harus diperhatikan, sehingga kualitas kopi luwak sintetis tetap dapat mengesankan kopi luwak alami meskipun hal ini cukup sulit.[Nus/Redaksi]


