

Dalam kesempatan ini, Bin Hariyati mendapat beberapa pertanyaan dari para juri antara lain dari Prof Nur Iriawan, Phd yang menanyakan seberapa efektif solusi yang ditawarkan untuk wawasan kebangsaan melalui permainan monopoli ini. Menghadapi pertanyaan demi pertanyaan dari juri, Bin Hariyati yang tampil dengan penuh ketenangan mampu menjawab semua pertanyaan dan membuat juri terkesan dengan jawaban-jawaban Bin.
Tampil setelah Bin Hariyati adalah Affandy Winarko Mudjib. Beswan Djarum dari kampus ITS ini mengangkat tema dalam karya tulisnya yakni "Media Transplantasi Karang" Berfluoresensi : Konsep Inovasi Dalam Deteksi Dini Gempa Bumi Berpotensi Tsunami. Dalam karya tulisnya ini, Affandy menyoroti seringnya bencana alam yang menimpa Indonesia untuk itu dia mencoba menciptakan sebuan inovasi untuk menciptakan alat deteksi dini gempa bumi yang berpotensi tsunami.
Affandy yang kuliah di jurusan Kimia ini terlihat sangat menguasai materi yang dibuatnya, namun para juri memberikan banyak pertanyaan dan juga masukan untuk Karya tulis yang dibuat Affandy. "Ini sebenarnya idenya bagus namun sepertinya untuk membuat alat ini tidak semudah yang dibayangkan", ungkap Prof Nur Iriawan.(Tauhid / Redaksi)


