Bahasa Indonesia memegang peranan sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, begitu pula dalam pendidikan anak. Pada umumnya anak pedesaan memperoleh masukan Bahasa Indonesia saat memasuki usia sekolah dasar. Akibat Bahasa Indonesia yang baru diperkenalkan pada usia tersebut, anak-anak memiliki kesulitan memahami ilmu pengetahuan yang diberikan, karena bahasa pengantarnya adalah bahasa yang sedang mereka pelajari dari dasar. Karya tulis ini bertujuan memberikan alternatif untuk membantu meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia anak yakni dengan melibatkan peran keluarga dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk anak usia dini melalui kegiatan menonton film animasi. Dengan metode kajian pustaka, karya tulis ini mengkaji manfaat film dari segi ilmu tatabahasa yakni ilmu tata kalimat, ilmu bunyi bahasa, dan ilmu makna. Keuntungan pengajaran menggunakan film animasi yakni memberikan gambaran audio visual yang menarik dan tema cerita yang beragam sehingga menambah pengetahuan dan kosakata anak. Peran anggota keluarga dalam pembelajaran ini adalah sebagai pengajar yang memainkan peran sebagai penggagas dan pendorong dalam belajar. Film yang dipilih adalah film yang sesuai dengan psikologi anak, yakni yang tidak berisi unsur kekerasan dan pelecehan, dan yang memiliki cerita menarik. Model pembelajaran terdiri dari kegiatan previewing, while-viewing, dan postviewing. Selama kegiatan, anak diajak berdialog dan mengulangi kata atau kalimat yang diucapkan dalam film sambil memperhatikan pengajar dan film. Pada implementasi jangka panjang, keluarga dapat didukung oleh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Bina Keluarga Balita (BKB) untuk mendapatkan akses film animasi. Dengan model ini diharapkan anak dapat memiliki ketrampilan berbahasa Indonesia, sebagai bahasa kedua dan bahasa pengantar dalam pendidikan, lebih awal sehingga memudahkan anak dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah dan memperoleh ilmu pengetahuan sejak dini.


