Berita Terkini
10 May 2012 — More Details
'Cherybelle' beraksi di yel-yel RTC Padang
Artikel Terkini
21 Dec 2011 — More Details
Budi Putra: Jurnalis yang Beralih Menjadi Blogger
ARTIKEL & BERITA
ARTIKEL
 

Pemanfaatan Nanopigmen Kaolinit-Bixin sebagai Fotosensitizer pada Sel Surya TiO2 dan Potensi Pengembangannya di Kalimantan Barat


Biji kesumba (Bixa orellana L.) memiliki kandungan pigmen utama yang disebut bixin, yang merupakan senyawa golongan karotenoid. Bixin mempunyai ikatan rangkap konjugasi yang memiliki kemampuan menangkap serta menyerap cahaya dari matahari pada panjang gelombang daerah UV dan tampak. Selain itu, promosi elektron bixin mampu untuk tereksitasi sampai pada keadaan triplet, sehingga menghasilkan energi yang tinggi. Namun, akibat sinar UV pula, bixin cenderung mengalami degradasi. Oleh karena itu untuk aplikasi efektifnya sebagai penangkap dan penyimpan energi matahari, bixin harus diimobilisasi pada suatu matriks padat, salah satunya adalah kaolinit.

Kaolinit merupakan salah satu jenis lempung alam yang mengandung logam silikon dan alumunium. Kemampuan kaolinit untuk disintesis menjadi nanopartikel dapat dimanfaatkan dalam sintesis nanopigmen kaolinit-bixin sehingga dapat meningkatkan fotostabilitas bixin terhadap sinar UV. Hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh Hidayat (2007) menunjukkan bahwa silikon yang terdapat dalam kaolinit dapat berperan sebagai semikonduktor berkolaborasi dengan titanium pada sel surya TiO2 tersensitasi dye sehingga menghasilkan arus dan voltase yang mengindikasikan terjadinya efisiensi konversi energi cahaya ke energi listrik. Sedangkan penggunaan pigmen bixin adalah sebagai fotosensitizer alami pengganti fotosensitizer sintetis seperti ruthenium yang umumnya digunakan dalam sel surya TiO2 tersensitasi dye.

Pemanfaatan nanopigmen kaolinit-bixin sebagai fotosensitizer dalam sel surya TiO­2 berpotensi untuk dikembangkan di Kalimantan Barat sebagai alternatif sumber energi listrik terbarukan. Hal ini didukung dengan fluktuasi sinar matahari yang baik di daerah katulistiwa ini, serta keberadaan kesumba dan kaolinit sebagai sumber daya alam yang melimpah di Kalimantan Barat. Terlebih lagi karena masyarakat Kalimantan Barat sering kali diresahkan oleh adanya pemadaman bergilir untuk menghemat penggunaan bahan bakar diesel.