Berita Terkini
10 May 2012 — More Details
'Cherybelle' beraksi di yel-yel RTC Padang
Artikel Terkini
21 Dec 2011 — More Details
Budi Putra: Jurnalis yang Beralih Menjadi Blogger
ARTIKEL & BERITA
ARTIKEL
 

Potensi Tempe Kalengan Sebagai Media Promosi Pangan Khas Indonesia Ke Mancanegara.


Tempe merupakan pangan khas Indonesia berbahan baku kacang kedelai (Glycine max) yang diolah melalui proses fermentasi menggunakan kapang Rhizopus sp., terutama Rhizopus oryzae dan Rhizopus oligosporus. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa tempe memiliki nilai gizi yang tinggi dan potensi yang baik bagi kesehatan. Saat ini, tempe juga sudah dikenal di mancanegara sebagai pangan fungsional yang berkhasiat bagi kesehatan, terutama di Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa. Namun, di balik keunggulan-keunggulan yang dimilikinya, tempe tergolong bahan pangan yang mudah rusak dan memiliki umur simpan yang relatif singkat. Hal ini menyebabkan terbatasnya pemasaran tempe sehingga hanya dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal saja. Teknologi pengalengan dan sterilisasi komersial dapat diaplikasikan untuk meningkatkan umur simpan tempe. Pengalengan dan sterilisasi komersial dapat meningkatkan umur simpan bahan pangan hingga mencapai dua tahun. Umur simpan yang panjang memberikan nilai tambah pada tempe dan memungkinkan pemasaran tempe secara lebih luas, misalnya sebagai komoditas ekspor. Tempe kalengan dapat dikomplementasi dengan bumbu berupa makanan khas Indonesia seperti gulai, rendang, semur, rawon, kari, dan sebagainya. Hal ini bertujuan memberikan citarasa khas Indonesia yang unik pada produk tempe kalengan dan memperkenalkan makanan tradisional Indonesia ke mancanegara. Produk tempe kalengan dengan bumbu makanan khas Indonesia menawarkan keawetan, kepraktisan, keunikan citarasa khas makanan Indonesia, kandungan gizi yang tinggi, dan manfaat-manfaat yang baik bagi kesehatan. Produksi tempe kalengan dengan bumbu makanan khas Indonesia diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah tempe, melestarikan pangan khas Indonesia, memperkenalkan pangan khas Indonesia ke negara lain, serta membuka peluang bisnis baru dalam bidang pangan yang dapat meningkatkan devisa Negara Indonesia.