Berita Terkini
10 May 2012 — More Details
'Cherybelle' beraksi di yel-yel RTC Padang
Artikel Terkini
21 Dec 2011 — More Details
Budi Putra: Jurnalis yang Beralih Menjadi Blogger
ARTIKEL & BERITA
ARTIKEL
 

Material Komposit Bagas - Polianilina Sebagai Elektroda Pada Baterai Berbasis Selulosa.


Krisis energi merupakan salah satu isu permasalahan global yang terjadi dewasa ini. Keadaan tersebut mendorong munculnya pengembangan energi alternatif dan perangkat penyimpan energi yang terbarukan. Salah satu perangkat penyimpan energi yang menjadi fokus pengembangan adalah baterai. Pengembangan baterai masih terfokus pada material berbasis anorganik seperti baterai Ni, Ni-Cd, dan Li-ion. Penggunaan bahan anorganik bermasalah ketika baterai tidak dapat diolah secara alamiah, efisiensinya yang rendah dan biaya produksi tinggi. Solusi alternatif pembuatan baterai adalah dengan menggunakan material organik berupa polimer konduktif sebagai bahan baku elektroda.

Polimer konduktif merupakan polimer organik yang memiliki kemampuan menghantarkan arus listrik. Pada pengembangan polimer konduktif, Nystrom et al (2009) melaporkan terjadinya peningkatan efisiensi dari material polipirrole saat diinterkalasi pada matrix berupa ekstrak selulosa dari Cladophora sp. Lee et al (2010) memperkuat argumen tersebut dengan hasil penelitian bahwa microfibrilated cellulose dapat menjadi matrix yang berperan menaikkan efisiensi polianilina.

Peluang pengembangan baterai berbasis selulosa di Indonesia cukup potensial mengingat melimpahnya sumber daya alam penghasil selulosa. Salah satunya adalah selulosa dari tanaman tebu. Pada saat ini luas area tebu di seluruh Indonesia lebih dari 400 ribu ha, dengan produksi 2,3 juta ton per tahun. Pengolahan tanaman tebu menjadi gula akan menghasilkan ampas tebu (bagas). Bila ditinjau secara ilmiah, bagas mengandung selulosa dalam komposisi yang cukup tinggi yakni 52,7% dari komposisi total bagas. Tingginya kandungan selulosa membuat bagas berpotensi sebagai matrix komposit pada pembuatan elektroda baterai.

Proses pembuatan baterai berbasis selulosa secara umum terbagi menjadi dua tahap penting yaitu ekstraksi selulosa dari bagas yang bertujuan memisahkan selulosa dari senyawa lain yang terdapat dalam bagas. Selanjutnya pembuatan material komposit elektroda dilakukan dengan mendispersikan selulosa bersama polianilina dan dopan menggunakan ultrasonik berenergi tinggi. Komposit kemudian  Pada anoda dilakukan doping berulang agar memiliki konduktivitas yang tinggi dan terjadi perbedaan tegangan antara katoda dan anoda.

Baterai komposit selulosa-polianilina memiliki keunggulan dalam hal efisiensi kapasitas muatan yang tinggi, ramah lingkungan dengan sumber bahan baku yang melimpah. Selain itu perangkat penyimpan energi ini berpotensi memiliki ukuran yang kecil dan ringan.