Berita Terkini
10 May 2012 — More Details
'Cherybelle' beraksi di yel-yel RTC Padang
Artikel Terkini
21 Dec 2011 — More Details
Budi Putra: Jurnalis yang Beralih Menjadi Blogger
ARTIKEL & BERITA
ARTIKEL
 

Konversi Hutan Taman Nasional Bukit-12 Menjadi Media Pendekatan Gradual terhadap Upaya Pengubahan Pola Hidup Suku Anak Dalam (Suku Kubu) Jambi


Di tengah kehidupan modern yang mengandalkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, masih terdapat pola hidup terbelakang dan terasing pada suatu kelompok masyarakat di daerah provinsi jambi, yaitu komunitas suku anak dalam, yang lebih dikenal dengan sebutan suku kubu atau orang rimba Mereka masih hidup dengan cara berpindah-pindah, menggunakan cawat (pakaian sangat minim) dan hidup jauh dari komunitas masyarakat umum.

Salah satu solusi yang tepat adalah mengubah pola hidup komunitas orang rimba dengan cara pendekatan gradual atau perlahan dengan menggunakan hutan taman nasional sebagai media yang paling dekat dan tepat bagi kehidupan orang rimba selama ini, yang bertujuan menyentuh kehidupan mereka secara total, memahami cara pandang mereka secara struktural dan kultural, sehingga tidak ada intervensi yang membebani mereka. Sebab, perubahan yang dilakuakan secara radikal dan cepat atau besar-besaran membawa dampak negatif yang menyebabkan mereka merasa diintervensi, dan pada akhirnya menyebabkan mereka bersikap resisten terhadap segala bentuk perubahan dan  sentuhan kehidupan luar.

Konversi hutan taman nasional bukit dua belas menjadi media pendekatan gradual untuk mengubah pola hidup orang rimba yang dimaksud dalam karya tulis ini adalah, pemerintah menetapkan area hutan taman nasional bukit dua belas yang sebelumnya adalah kawasan hutan lindung  menjadi tempat pusat  kegiatan kehidupan orang rimba dan mengisinya dengan pendekatan yang mengajak dan merangsang pemikiran orang rimba untuk mampu hidup lebih baik ke arah pola hidup umum seperti masyarakat luas lainnya di Indonesia, dengan cara memberikan penyuluhan, pelatihan keterampilan, pemberian kesempatan belajar, baik mempelajari bahasa sebagai alat komunikasi yang akan mempermudah hubungan antara orang rimba dengan masyarakat lain juga ilmu pengetahuan umum yang akan mempengaruhi pola fikir mereka, memberi fasilitas kesehatan dan hal yang terpenting adalah mendata atau mensurvey jumlah populasi mereka, karena keberadaan mereka dilindungi negara sama seperti penduduk lain di Indonesia. Alasan mengapa hutan taman nasional bukit dua belas yang dijadikan media pendekatan dalam pengubahan pola hidup komunitas orang rimba adalah :
1. Sebagian besar orang rimba hidup di daerah sekitar hutan taman nasional bukit dua belas.
2. Hutan adalah harta yang paling penting bagi orang rimba, sehingga hutan merupakan media yang paling dekat dan tepat untuk melakukan pendekatan.
3. Komunitas orang rimba belum mampu bersaing dengan masyarakat umum lainnya, sehingga pendekatan yang dilakukan di area pemukiman penduduk umum akan membawa dampak negatif berupa intervensi dan kesenjangan yang mencolok.
4. Hutan bukan menjadi tempat isolasi bagi mereka, tapi hutan menjadi tempat yang paling efisien untuk memberi pendidikan, pelatihan keterampilan, penyuluhan-penyuluhan untuk mengubah pola fikir mereka secara intensif sesuai dengan proporsi daya tangkap dan penerimaan mereka.
5. Selain ditujukan untuk kepentingan orang rimba dalam pengubahan pola hidupnya, pengelolaan hutan yang dipercayakan pada komunitas orang rimba akan membawa dampak positif berupa upaya pelestarian hutan.

Hal penting lainnya dalam proses ini adalah, penyediaan segala bentuk fasilitas dari pemerintah yang akan dipergunakan dalam pelaksanaan program pendekatan gradual untuk mengubah pola hidup orang rimba itu sendiri. Hal-hal tersebut adalah: Fasilitas berupa area hutan taman nasional bukit dua belas. Di sini pemerintah menetapkan batas-batas area yang akan dipergunakan untuk wilayah pemukiman dan pusat kegiatan. Kemudian Penyediaan SDM (Sumber Daya Manusia) yang akan melaksanakan program pendekatan ini pada komunitas orang rimba. Selanjutnya,  Perincian program berupa: Penyuluhan, yang bertujuan untuk membuka ruang pengetahuan dan wawasan mereka dengan harapan mengubah pola berfikir mereka untuk lebih maju dan mau menerima pendekatan dari pihak luar. Pengajaran bahasa, yang bertujuan untuk mempermudah komunikasi dan interaksi komunitas orang rimba dengan pihak pelaksana program, masyarakat lain, dan pemerintah. Kemudian Pelatihan keterampilan yang di bagi menjadi beberapa bentuk, yaitu: pertama, keterampilan menanam tanaman yang dapat menunjang keberlangsungan hidup mereka, keterampilan mengolah, memanfaatkan dan memasarkan hasil hutan, katerampilan untuk para perempuan seperti, bagaimana menggunakan kain sebagai pakaian, membersihkan badan atau bersolek, membuat makanan, membuat anyaman dan kerajinan lain. Dan yang terakhir,  Program sekolah bagi anak- anak kubu, mulai dari mengenal huruf, berhitung, membaca, menulis dan pengajaran ilmu pengetahuan modern. Mendata jumlah populasi mereka dan memasukannya dalam daftar warga negara Indonesia yang diakui dan dilindungi hak hidupnya seperti penduduk Indonesia lainnya.

Pada akhirnya  Orang Rimba memang harus berubah ke arah pola hidup umum sebagaimana kita semua pada umumnya. Yang perlu dipahami perubahan itu harus gradual dan tidak radikal seperti yang diharapkan selama ini.Hal terpenting di dalam pendekatan di sini adalah memberi bekal pada mereka berupa keterampilan, pengajaran dan penyuluhan-penyuluhan yang akan membuat mereka siap menghadapi pembaharuan. Oleh sebab itu, diharapkan dalam karya tulis ini akan dibahas lebih lanjut ke depannya mengenai konversi hutan taman nasional bukit dua belas menjadi media pendekatan gradual terhadap upaya pengubahan pola hidup suku anak dalam (suku kubu) Jambi.