Berita Terkini
10 May 2012 — More Details
'Cherybelle' beraksi di yel-yel RTC Padang
Artikel Terkini
21 Dec 2011 — More Details
Budi Putra: Jurnalis yang Beralih Menjadi Blogger
ARTIKEL & BERITA
ARTIKEL
 

Dianisa Primayuki, Raih Double Degree dengan Beasiswa


Pada tanggal 12 Juli 2011, alumni beswan Djarum 2009/2010, Dianisa Primayuki, meraih gelar sarjana nya dengan titel Ing (Ingenieur) dari Fontys University of Applied Sciences, The Netherlands. Gelar ini akan menjadi titel tambahannya pada Wisuda 103 ITS pada September mendatang menjadi Ing. Dianisa Primayuki,ST di umurnya yang 20 tahun.

Belajar di luar negri memang sudah menjadi impiannya sejak duduk di kelas akselerasi SMAN 70 Jakarta. Namun, karena lulus di umur 16 tahun, ayahnya tidak mengijinkannya untuk kuliah di luar negeri. Bagi mahasiswi yang kerap disapa Yuki ini, hal itu tidak memupuskan harapannya untuk bisa tetap menempuh pendidikan di luar negeri.  Bukan prestisnya, tetapi  pengalaman hidup, kemandirian dan sikap profesional lah yang sangat ingin ia dapatkan dari belajar di negeri orang. Saat  dijabarkan tentang program Double Degree antara Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan Fontys University of Applied Sciences oleh ketua jurusan Teknik Elektro sewaktu Orientasi Mahasiswa Baru, saat itu jugalah Yuki kembali menggoreskan impiannya untuk bisa kuliah di luar negeri. Inilah yang memacu semangatnya selama kuliah di ITS.

Pada bulan Agustus 2009, Yuki terpilih mewakili ITS dalam Student Exchange on Natural Hazard Mitigation and Volunteer Activities di Kobe University, Jepang. Pengalamannya selama di negeri sakura itu memberinya semangat untuk semakin mengembangkan sayapnya di dunia internasional dan untuk bisa memotivasi teman-temannya di kampus. Di Teknik Elektro ITS, Yuki aktif dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro ITS (HIMATEKTRO ITS) sebagai Kepala Biro Media Informasi Departemen Humas 2009/2010 dan Sekretaris Divisi Pecinta Alam Kalpataru ITS 2009/2010.

Sepulangnya dari Jepang, Yuki mengikuti seleksi beasiswa djarum dan terpilih menjadi Beswan Djarum 2009/2010 Regional Surabaya. Menjadi Beswan Djarum merupakan sebuah anugerah dan kebanggan tersendiri bagi putri dari pasangan Ir. Ananto Haryono, MM dan Annie Tanimoto. Pengalaman dan ilmu yang didapatkan selama menjadi Beswan Djarum lah yang mengantar Yuki menjadi seperti sekarang ini.  Outbond, Training , Software Skill yang didapatkan dari Beswan Djarum membuat Yuki lebih percaya diri dan siap menghadapi persaingan.
 
Pada saat semester enam yang merupakan semester penentuan berangkat atau tidaknya Yuki ke Belanda untuk mengikuti program double degree, Ibunya dinyatakan mengidap kanker serviks stadium 3B. Biaya pengobatan yang cukup besar dan keinginannya untuk terus berada disamping Ibunya , membuat Yuki mengurungkan niatnya untuk mengikuti program tersebut. Namun, Ibunya memberi semangat dan berpesan agar Yuki selalu semangat untuk menempuh pendidikannya.

Pada Desember 2009, dibuka pendaftaran Huygens Scholarship Program, beasiswa dari pemerintah Belanda berupa Full Scholarship yang meliputi biaya kuliah, biaya hidup,transportasi, visa, hingga asuransi. Beasiswa ini merupakan beasiswa yang sangat bergengsi untuk seluruh mahasiswa internasional yang ingin kuliah Master ataupun Final Year di Belanda. Beasiswa ini memberikan harapan untuk Yuki menempuh pendidikannya di Belanda, tapi Yuki sempat tidak percaya diri untuk mengikutinya. Selain saingannya yang berskala internasional dan hanya 14% dari total aplikasi yang diterima, di ITS juga belum pernah ada wakil yang lolos seleksi Beasiswa HSP. Yuki baru saja mengikuti Outbond Djarum Beasiswa Plus di Bandung dan kembali ke Jakarta, sementara berkas-berkas pendaftarannya ada di Surabaya. Ia pun mengurungkan niatnya untuk mendaftar karena saingan-saingannya dari ITS pun mahasiswa cumlaude sementara Yuki bukan mahasiswa cumlaude. Tetapi Ibunya berpesan, "Harus optimis dan dicoba dulu, masalah hasilnya biar Allah yang menentukan". Berbekal kata-kata dari ibunya dan ingat akan ilmu yang Ia dapatkan saat Outbond Achievment Motivation Training dari Beasiswa Djarum untuk selalu berusaha mengejar mimpi, Yuki kembali ke Surabaya untuk mengurus dan mengirim berkasnya. Tanpa diduga, pada Mei 2010, Yuki diumumkan menjadi HSP Awardee 2010/2011. Kata-kata ibunya tersebut menjadi semangat Yuki sampai saat ini, walaupun beliau tidak sempat mendengar berita bahagia bahwa putrinya mendapatkan beasiswa ke negeri kincir angin tersebut.

Bagi anak ke-2 dari 7 bersaudara yang selalu ingin menjadi contoh bagi adik-adiknya ini, prestasi tidak hanya dilihat dari nilai akademik, tetapi juga dari aspek seni, olahraga maupun organisasi. Yuki yakin kemampuannya menari beberapa tari tradisional, keikutsertaannya dalam Charity Concert for Yogyakarta Earthquake sebagai pemain gitar klasik, dan juga keikutsertaannya dalam organisasi pecinta alam, organisasi mahasiswa serta beladiri adalah faktor yang turut mengantarkan ia meraih beasiswa HSP. Dan Beasiswa Djarum pun menjadi salah satu faktor terpenting bagi Yuki, Beswan Djarumlah yang membuka wawasannya dan menjadikannya jauh lebih percaya diri dalam menghadapi persaingan global dan terus maju untuk mengejar mimpi-mimpinya.

Dianisa Primayuki – Beswan Djarum Regional Surabaya 2009/2010