Berita Terkini
18 Aug 2014 — More Details
Maliq & D'essentials Ramaikan Seleksi di Kota Bandung
Artikel Terkini
08 Feb 2013 — More Details
Misalkan Kita di Raja Ampat
ARTIKEL & BERITA
ARTIKEL
 

Tokoh Kita: Anies Baswedan, Intelektual Muda Peduli Bangsa


Siapa tidak kenal tokoh satu ini, namanya mencuat berkat prestasi yang luar biasa dan dianugerahkan sebagai Rektor Termuda di Indonesia. Ya, tokoh tersebut adalah Anies Baswedan. Pria kelahiran 7 Mei 1969 tersebut dikenal sebagai tokoh intelektual muda Indonesia yang namanya sudah mendunia dan berwawasan global. Doktor ilmu politik dari Northern Illinois University, AS, ini lahir dari keluarga pendidik yang menyimpan tekad untuk turut membangun bangsa melalui jalur pendidikan, di antaranya dengan mengantarkan Paramadina menjadi universitas kelas dunia.

Masa kecil Anies -begitu beliau disapa- dihabiskan di Kota Pelajar, Yogyakarta. Kakeknya adalah seorang jurnalis dan perintis kemerdekaan yang pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan (1946) dan kedua orang tua Anies adalah dosen di salah satu Perguruan Tinggi di Yogyakarta.

Sewaktu duduk di bangku SMAN 2 Yogyakarta, ia terpilih sebagai peserta dalam program pertukaran pelajar AFS Intercultural Programs yang diselengarakan oleh Bina Antarbudaya selama setahun di Milwaukee,Wiconsin, Amerika Serikat (1987-1988). Semasa kuliah di UGM (1989 -1955) ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Anies pun terpilih menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa UGM. Berkat kepandaiannya, ia mendapatkan beasiswa Japan Airlines Foundation untuk mengikuti kuliah musim panas bidang Asian Studies di Universitas Sophia di Tokyo, Jepang. Setelah lulus kuliah di UGM pada 1995, Anies bekerja di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi di UGM.

Kemudian, Anies mendapatkan beasiswa Fulbright untuk pendidikan Master Bidang International Security and Economic Policy di Universitas Maryland, College Park. Sewaktu kuliah, dia dianugerahi William P. Cole III Fellow di Maryland School of Public Policy, ICF Scholarship, dan ASEAN Student Award. Pada 2005, Anies menjadi peserta Gerald Maryanov Fellow di Departemen Ilmu Politik di Universitas Northern Illinois sehingga dapat menyelesaikan disertasinya tentang "Otonomi Daerah dan Pola Demokrasi di Indonesia"

Di tahun yang sama, Anies menjadi direktur riset pada The Indonesian Institute. Kemudian pada 2008, ia mendapat anugerah sebagai 100 Tokoh Intelektual Muda Dunia versi Majalah Foreign Policy dari Amerika Serikat. Pada 2009 Anies Baswedan terpilih menjadi Young Global Leader oleh The World Economic Forum yang berpusat di Davos, Swiss. Pada tahun 2010 menerima Yashuhiro Nakasone Award dari Bekas PM Jepang, yang dianugerahkan langsung di Tokyo Jepang bulan Juli 2010.

Pada 15 Mei 2007, Anies Baswedan dilantik menjadi rektor Universitas Paramadina. Anies menjadi rektor menggantikan posisi yang dulu ditempati oleh cendekiawan dan intelektual Muslim, Nurcholish Madjid, yang juga merupakan pendiri universitas tersebut. Saat itu ia baru berusia 38 tahun dan menjadi rektor termuda di Indonesia.

Tergugah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, Anies mendirikan gerakan pendidikan baru yaitu INDONESIA MENGAJAR. Sebuah program yang merekrut anak-anak muda terbaik lulusan perguruan tinggi di Indonesia untuk mengabdi sebagai guru di sekolah-sekolah dasar yang ada di pelosok Indonesia. Lewat program INDONESIA MENGAJAR, Anies Baswedan mengajak para pemimpin muda Indonesia yang telah selesai berkiprah di kampus, untuk terjun ke desa-desa di pelosok negeri yang tanpa listrik, tanpa sinyal telepon. Menyebarkan harapan, memberikan inspirasi, dan mengantungkan mimpi bagi anak-anak negeri lewat kehadiran para lulusan terbaik universitas ternama. Selain sibuk mensosialisasikan gerakan yang beliau usung, ia juga berpartisipasi di bidang pendidikan lainnya seperti menjadi Dewan Juri Lomba Karya Tulis Beswan Djarum Tingkat Nasional selama 2 periode berturut-turut (2009-2010).

Member Beswan Djarum mendapat kesempatan langsung untuk mengenal lebih dekat dengan sosok Anies Baswedan yakni dengan cara tanya jawab melalui artikel tokoh kita. 10 penanya yang beruntung di pilih Anies Baswedan akan mendapatkan sebuah buku berjudul "Sebuah Otobiografi Mohammad Hatta: Untuk Negeriku". Berikut adalah penanya yang beruntung beserta jawabannya.[Septian /Redaksi]

Ramli Hardiman Situmeang: Menurut anda, untuk membangun bangsa Indonesia yang lebih maju perubahan dalam hal apa yang pertama-tama harus kita proiritaskan ?
Anies Baswedan: Hal terpenting adalah memberikan pendidikan berkualitas kepada setiap orang indonesia, baik kaya dan miskin, kota dan desa, agama apapun, suku apapun, semua wilayah provinsi tanpa terkecuali. Prinsip yang harus dipegang adalah bahwa SDA bukanlah kekayaan utama Indonesia. Kekayaan bangsa Indonesia adalah "manusia" Indonesia. Jika kita manusia Indonesia terdidik, tercerdaskan dan tercerahkan maka kita akan sejahtera, dan mendominasi dunia.

Eman Hermawan:
Assalam.wr.wb. salam kangen teruntuk bang Anies yang senantiasa menginspirasi kaum muda Indonesia untuk senantiasa berjiwa besar dn berpikir besar. saya ingin bertanya adakah keunggulan bagi kami mahasiswa yang menempuh S1 di dalam Negeri dibanding saudara kita yang study di luar negeri?dan bagaimana caranya agar aktivis kampus tidak hanya mampu merceritakan kesuksesan masa lalu dan sekarang,tp bisa menceritakan kesuksesan masa depan?dan pertanyaan terakhir,kiat-kiat apa agar kami senantiasa berpikir besar?
Anies Baswedan: Wassalamu'alaikum wr.wb. Nilai keunggulan bagi yg kuliah di dalam negeri adalah pengalaman organisasi yang lebih banyak dan kesempatan lebih besar untuk mengabdi langsung kepada masyarakat. Namun keunggulan bagi yg studi di luar negeri adalah bahasa asing lebih bagus dan jaringan internasional. Jadi, tingkatkan kemampuan bahasa asing agar tidak kalah dengan lulusan luar negeri dan berusaha membangun jaringan. Pelajaran penting untuk aktivis kampus adalah tetap meningkatkan kemampuan diri. Jangan berpikir bahwa dengan menjadi aktivis kampus, maka sudah berhasil segala-galanya. Dalam persaingan global kedepan, anak-anak muda dituntut untuk menjadi future leader berwawasan global. Aktivis kampus mesti tetap menjaga prestasi akademis, kemampuan bahasa asing, dan prestasi lain.

Satria: Salam sukses buat Pak Anies.... mungkin ad beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan. pertama, budaya menyontek di Indonesia sangatlah besar, banyak karya-karya di jiplak begitu saja, begitu juga di dunia kampus. apa tips-tips agar seorang mahasiswa mampu mengembangkan jiwa kreatifitas agar memunculkan ide-ide baru yang segar dan tidak hanya sekedar menyontoh-nyontoh atau menyontek yang telah ada??? yang kedua, adakah gebrakan yang dapat dilakukan sistem pendidikan kita sekarang ini yang menurut saya cukup amburadul?? Mungkin sekian saja pak anies pertanyaan dari saya, mudah-mudahan saya dapat menjadi seorang yang sukses seperti Pak Anies... ^^
Anies Baswedan: Mahasiswa harus berani mencoba dan tidak takut melakukan kesalahan. Berhenti mencoba adalah kesalahan terbesar dalam hidup Anda. Kemauan mencoba dan terus melakukan perbaikan adalah kunci utama untuk maju dan berkreasi. Gebrakan yang harus dilakukan adalah "stop cursing darkness, let's light candles". Lakukan perubahan dan kontribusi sekecil apapun sesuai kemampuan. Apalagi mahasiswa adalah kelompok berpendidikan, dan tentu saja wajib mendidik kelompok lain yang kurang terididik. Tak usah terus menerus mengecam kekurangan pendidikan, namun mari kita bangun pendidikan oleh segenap anak bangsa.

Puji Prabowo:
Salam Kenal Pak Anies, saya puji, mau tanya 1. pemimpin yang baik itu seperti apa menurut Pak Anies? apa saja tips menjadi pemimpin yang baik? 2. passion bapak apa?dan bagaimana cara menemukannya? 3. siapa tokoh idola bapak? dan apa quote favorit bapak? terima kasih pak.
Anies Baswedan: Bangun kepercayaan. Jadilah pemimpin yang bisa dipercaya. Rumus Trust = Kompetensi + Integritas + Kedekatan - Self-Interest. Habiskan self-interest jadi nol. Maka insyaAllah anda dipercaya, jika anda dipercaya maka anda akan diikuti. Saat anda punya pengikut, maka anda adalah pemimpin :)

Dian Fitria Agus Aristiyono: Kenakalan yang terparah yang pernah anda lakukan apa pakk?? (pada waktu masihh muda gitu pakk) truss dari kenakalan tersebut apa yang anda dapat dan bagaimana anda menyikapinya???? genthonk genthink BESWAN MALANG.
Anies Baswedan: wah, itu banyak :) saat SD orang tua saya sering harus ke sekolah karena dipanggill kepala sekolah; saya sering main tinju seperti muhammad ali :)

Rindha Deviana Sari: Ada satu pertanyaan untuk pak anies dari saya yang selalu nonton save our nation-nya bapak di tv.. saya tahu bahwa bapak sangat cerdas dan outstanding banget, terlihat ketika berbicara.. pasti banyak yang menawari untuk stay di luar negeri bahkan menawari ganti kewarganegaraan, seperti banyak ilmuwan indonesia yang merasa lebih bisa berkembang di luar sana lalu mengapa pak Anies masih bertahan di Indonesia? apa harapan bapak untuk negeri ini?
Anies Baswedan: Keinginan saya tentang pekerjaan itu simpel. Pekerjaan yang saya lakukan harus memenuhi 3 kriteria: pertama, memungkinkan untuk saya tumbuh secara intelektual; kedua, memungkinkan untuk saya mandiri secara ekonomi dalam menjalankan kewajiban sebagai kepala keluarga; ketiga, memungkinkan untuk saya memainkan peran di masyarakat. Indoensia adalah tanah air saya, disini darah ibu tumpah saat saya dilahirkan dan disini saya akan berjuang bersama dengan anak-anak muda republik ini untuk melunasi janji kemerdekaan. saya yakin dengan world class competence dan grass root understanding kita bisa mendorong kemajuan.

Pratika: Halo Pak Anis.... Saya mau tanya, bapak merupakan rektor termuda di Indonesia... Apakah ada beban dengan predikat seperti itu?? karena yang saya tahu seringkali Indonesia sedikit sensitif dengan keberadaan orang muda di tengah-tengah suatu gelar atau jabatan apalagi rektor... Padahal menurut saya dengan keberadaan penerus2x seperti bapak ini yang justru memberikan suatu pembaharuan yang lebih maju ..terima kasih sebelumnya dan maaf kalau ada kata-kata yang tidak berkenan..Sukses untuk Pak Anies.
Anies Baswedan: Muda itu harus berarti gagasan baru. Bukan sekadar usia. Bagi saya, orang muda adalah orang yang memikirkan masa depan. Berapapun usia badan orang itu. Disebut tua jika seseorang lebih memikirkan masa lalu. Tentu kita belajar dari sejarah, tapi tujuannya tetap untuk memikirkan masa depan. Karena itu, jadilah orang muda. Ekspresikan gagasan baru anda dengan baik, maka berapun usia anda maka itu bukanlah masalah. siap ya ! :) Jangan memikirkan tentang mencari peran tetapi pikirkanlah tentang memperkuat diri. Pemain drama yang kuat keaktorannya, dia bisa bermain jadi apa saja dan menarik. Jadi raja memukau, jadi pengemis juga memukau. Tapi ada pemain yang bagus hanya karena dia memainkan peran sebagai raja yang gemerlap. Peran bisa berubah dan berganti tapi kontribusi dan kehadiran tetap bermakna jika ada kekuatan diri yang besar. karena itu kembangkan diri, bukan kejar posisi.

Putri Aninditaningtyas: Assalammualaikum wr.wb. Saya Putri Anindita dari DSO Yogya. Setelah melihat profil Bapak Anies Baswedan yang sangat luar biasa, saya memiliki beberapa pertanyaan: 1. Hal - hal apa saja yang memotivasi bapak untuk terjun di dunia pendidikan? 2. Menurut Bapak apakah perlu inovasi - inovasi baru untuk sistem pendidikan di Indonesia? Jika "ya" dalam hal apa inovasi tersebut dapat diterapkan? 3. Bagaimana tanggapan Bapak mengenai gelar "Rektor Termuda" yang dianugerahkan kepada Bapak? Terimakasih,Wassalamualaikum wr.wb
Anies Baswedan: Wassalamu'alaikum wr.wb. Terima kasih. Pendidikan adalah kunci untuk meraih perubahan. Pendidikan adalah eskalator sosial ekonomi. Pendidikan adalah resep untuk mendapatkan janji kemerdekaan. Karena itulah saya percaya kemajuan di Indonesia bisa kita raih jika keterdidikan sudah menjadi kewajaran. Tentang pendidikan di Indonesia: perbaiki nasib guru, perbaiki kualitas guru dan perbaiki kualitas kepemimpinan kepala sekolah. itu salah satu kunci utamanya. Saya tidak pernah bermimpi dapat gelar itu. prinsip saya: jangan pikirikan posisi/peran sbg apa, tapi pikirkan pada yang bisa dikerjakan. I did not fight to get the job, but I will fight to do the job :)

Harum Fadhilatunnur:
Assalam, Bapak, saya Harum beswan dari IPB. Saya pernah membaca, "It's easy to start something with high enthusiasm, but it's much more difficult to maintain our initial commitment". Yang ingin saya tanyakan bagaimana cara mempertahankan komitmen kita agar tetap pada tekad awal? Sangat mudah kita mengawali misi dengan semangat menggebu-gebu, tapi saat kondisi semakin sulit seringkali semangat yang dulu ada kian menipis dan semakin tergoda untuk menyerah. terima kasih
Anies Baswedan: Wassalamu'alaikum wr.wb.Tuliskan impian dan komitmen anda di layar HP, dilayar komputer atau di dinding kamar. Ingatlah impian itu sesering mungkin. Tetaplah membangun jaringan dengan rekan-rekan satu ide. Dalam kondisi lingkungan yang mendukung, kita akan tetap terjaga dan terpacu untuk berbuat lebih baik.

Alfonsus D. Johannes: Halo mas Anies, saya merasa tergerak sekali setelah menonton video TEDxJKT nya mas Anies (Menyalakan Masa Depan Indonesia)... Menurut saya program Indonesia Mengajar bagaikan film "Into The Wild" (pergi ke alam bebas dan terpencil) ditambah juga menginspirasi anak-anak SD dan mengajar mereka. Saya sekarang sedang menyelesaikan kuliah (target Juli lulus) dan tertarik mencoba daftar di angkatan mendatang, pertanyaan saya : Bagaimana meyakinkan orang-orang terdekat dan keluarga agar bisa dapat restu untuk jadi Pengajar Muda? Karena saya merasa dari pihak keluarga malah kurang mendukung untuk jadi "pengajar". --- 1 lagi mas, boleh tau ga twitter nya mas Anies? soalnya saya search @blogabw ga ketemu2... apa udah ganti jadi @aniesbaswedan ya? terima kasih mas. saya yakin masalah-masalah besar di negeri ini bisa diselesaikan dengan memperbaiki pendidikan. :)
Anies Baswedan: Terus lakukan pendekatan dengan orang tua. Cara lain misalnya mengajak menonton kegiatan para Pengajar Muda dari youtube, koran, dan website. Pengalaman mengajar di pelosok indonesia akan menjadi bagian dari memory seumur hidup. Pelosok indoensia adalah negeri kita sendiri. Generasi Kakek kita dulu miskin, tak terdidik seperti yang sekarang di pelosok indonesia. Kenapa kita sekarang menjauhi, takut ke pelosok? sampaikan itu pada orang tua. Katakan bahwa anda ingin menanam pahala di desa-desa terpencil. Silakan follow ke @aniesbaswedan